KUNJUNGAN KERJA LLDIKTI VI DALAM RANGKA ASISTENSI PENYUSUNAN RENSTRA/RENCANA INDUK PENELITIANANGKATAN 1 DI ITS NU PEKALONGAN

Rektor ITS NU Pekalongan Dr. Haryadi, M.Sc. bersama jajarannya pada hari Rabu, 24 Februari 2021 menerima kedatangan kepala LDDIKTI VI beserta rombongan di kampus ITS NU Pekalongan dalam rangka kunjungan kerja dengan program kerja Asistensi Penyusunan Renstra/Rencana Induk Penelitian angkatan 1.

Sekretaris Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VI, Dr lukman S.T. MHum kembali menegaskan bahwa LLDIKTI sudah berubah. “Kalau Pak Zain bilang sekarang LLDIKTI Wilayah VI bukan lagi berfungsi sebagai kantor pos, kami berkomitmen memangkas birokrasi,” tegasnya. Hal ini disampaikan Dr Lukman ketika menghadiri evaluasi lapangan Tim Evaluasi Kinerja Perguruan Tinggi terkait penyusunan RENSTRA dan RIP untuk perguruan tinggi sejawa tengah di kampus ITS NU Pekalongan.

Lebih lanjut Dr Lukman juga menyampaikan bahwa LLDIKTI Wilayah VI berkomitmen menyehatkan PTS yang tidak sehat sesuai dengan arahan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Prof Nizam belum lama ini. PTS yang belum terakreditasi mendapat perhatian khusus dari LLDIKTI Wiayah VI untuk disehatkan.

“Data di dashboard kami menunjukkan masih ada 89 PTS yang belum terakreditasi, ada 3 faktor yang melatar belakangi yaitu kelembagaan, SDM, dan sarpras. Kami juga harus membina dosen PNS yang sampai saat ini masih berlatar belakang S-1. Saya mengevaluasi dari data yang kami punya di dashboard kami, dari standar minimal yang sudah didapat, dalam perjalanannya masih ada yang tidak bisa mencapai standart yang ditentukan,” ungkapnya.

“Dalam kepemimpinan kami, kami ingin minimal ada 15 PTS yang terakreditasi unggul, 300 profesor dalam waktu 3 tahun. Dengan demikian ITS NU Pekalongan juga punya beban untuk menjadi unggul, saya ingin Profesor ditambah jangan selalu berada di posisi nyaman terus. Kami punya JAFA keliling, ini untuk mempercepat peningkatan JAFA dari dosen. Tetapi ini semua bergantung kepada komitmen PT,” jelas Dr Lukman

Ditambahkan pula oleh Dr. Lukman, dari 7 perguruan tinggi swasta yang yang diundang, “Mohon segera perbaiki datanya karena dashboard kami ini bisa diakses publik. Terkait evaluasi lapangan hari ini. Perlu dicatat juga bahwa semua proses yang kami lakukan tidak dipungut biaya apapun, ini komitmen kami,” ujarnya.

Rektor ITS NU Pekalongan Dr. Haryadi, M.Sc. mengungkapkan diskusi yang terbangun sangat bermanfaat bagi ITS NU Pekalongan sehingga bisa melakukan akselerasi yang berguna bagi ITS NU Pekalongan. “Kami mengedepankan aspek kualitas sehingga hari esok lebih baik daripada hari ini, ini kendali mutu bagi kami”.

Rektor ITS NU Pekalongan juga memohon bimbingan untuk Asistensi penyusunan renstra hari ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. “Dari renstra tersebut kami berniat mendapat akreditasi unggul, sehingga usulan-usulan penelitian dan pengabdian yang dilakukan dari tahun 2019 dapat diarahkan untuk perkembangan Fakultas. Ini cara kami mempertahankan sustainability yang kami harapkan,” jelasnya.