Workshop Pemanfaatan Bahan Bakar Alternatif untuk Kelompok Tani Sri Mumpuni

Fenomena covid-19 yang menimpa seluruh dunia dan kebijakan pembatasan aktivitas di luar rumah berdampak pada sektor produksi khususnya sektor produksi pangan. Pandemi Covid-19 yang menimpa seluruh dunia menyebabkan negara-negara pengekspor pangan mengurangi ekspornya dengan alasan untuk kebutuhan dalam negeri. Namun, kebutuhan manusia akan pangan tidak berkurang walau dalam masa pandemi covid-19 sehingga gangguan produksi pangan bisa menimbulkan efek domino seperti kelaparan, kekacauan di masyarakat, meningkatnya tindak criminal, dll. Oleh karena itu diperlukan solusi tepat untuk dapat memenuhi kebutuhan pangan agar kestabilan pangan tetap terjaga meskipun dalam masa Pandemi seperti sekarang ini.

Petani sebagai salah satu produsen pangan di Indonesia seringkali mengalami ancaman gagal panen pada daera tertentu akibat kekeringan. Hal ini diakibatkan oleh buruknya sistem irigasi saat musim kemarau yang berkepanjangan sehingga sawah terancam gagal panen. Untuk mengatasi kekeringan tersebut, petani memakai genset penyedot air untuk irigasi berbahan bakar bensin yang boros serta harga yang relatif mahal sehingga menambah biaya operasional.

Salah satu desa yang terdampak kekeringan di kabupaten Pekalongan  adalah desa Duwet, Kecamatan Bojong. Kelompok tani “Sri Mumpuni” mengaku kesulitan untuk mengairi sawah mereka hanya dengan mengandalkan system tadah hujan. Sehinga mereka terpaksa mengairi sawah mereka dengan bantuan mesin genset yang dioperasionalkan  dengan bahan bakar bensin. Secara ekonomi, hal ini dinilai akan merugikan petani karena biaya operasional yang bertambah. Oleh karena itu, diperlukan inovasi atau modifikasi dari mesin Genset yang bisa membantu petani dalam menekan biaya produksi.

Dengan adanya kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan baru serta membantu petani mengatasi kekeringan sawah dengan penggunaan genset berbahan bakar elpiji. Hal ini dikarena bahan bakar elpiji pada mesin genset dinilai lebih efisien, hemat serta ramah lingkungan. Selain itu, pasokan gas elpiji (LPG) juga relative lebih mudah diperoleh karena distribusinya sampai ke pelosok daerah sehingga diharapkan mampu menyelesaikan masalah gagal panen dan menjaga ketahanan pangan dalam negeri. Penelitian ini dimulai dengan studi literatur tentang teori-teori yang melandasi pengembangan atau modifikasi genset berbahan bakar bensin menjadi berbahan gas elpiji. Selanjutnya dilakukan penjelasan kepada para peserta (petani) yang hadir tentang tata cara modifikasi yang benar dan aman berupa penjelasan singkat, tayangan video, tanya jawab dan praktik memodifikasi genset berbahan bakar bensin dirubah menjadi berbahan bakar elpiji menggunakan 2 tabung gas ukuran 3 kg.

Modifikasi genset ini pertama mengunakan 1 tabung gas elpiji (LPG). Langkahnya adalah dengan memodifikasi bagian karburator pada mesin genset supaya dapat terhubung dengan regulator tabung gas.

Pinsipnya adalah  dengan   membuka tabung gas dibuka secara bergantian. Ketika tabung X tersambung (On) maka regulator tabung gas Y kita tutup (Off). Ketika gas pada tabung 1 akan habis, maka kita buka regulator pada tabung 2 agar gas masuk sehingga mesin genset tetap menyala. Setelah itu, regulator tabung 1 ditutup untuk kemudian diganti dengan tabung yang baru sehingga mesin tidak perlu dimatikan terlebih dahulu. Kelebihan dari metode ini adalah tidak perlu mematikan genset saat pergantian tabung serta waktu operasional mesin genset lebih lama. Masyarakat petani terlihat antusias dan memperhatikan dengan seksama penjelasan teori dan praktik yang dipaparkan nara sumber. Diharapkan setelah kegiatan workshop ini masyarakat bisa memanfaatkan elpiji sebagai bahan bakar altenatif yang lebih terjangkau dan ramah lingkungan sebagai pengganti bensin disaat terjadi kelangkaan sehingga irigasi sawah tetap lancar dan diproleh hasil panen padi sesuai yang diharapkan para petani.

Kegiatan pengabdian ini berlangsung dari pukul 20.00 – 21.45 WIB pada tanggal 04 Juli 2020 bertempat di balai desa Duwet kec. Bojong kab. Pekalongan dihadiri bapak kepala desa, ketua kelompok tani Sri Mumpuni dan para warga yang diundang untuk ikut hadir dalam acara workshop ini.

Tabung gas LPG yang tersambung dengan Genset

Sebelum praktik modifikasi dilaksanakan maka terlebih dahulu diberikan pemaparan langkah-langkah modifikasi genset, antisipasi jika terjadi kebocoran tabung melalui tayangan video youtube serta tanya jawab interaktif. Genset yang telah dimodifikasi telah diuji coba di persawahan. Untuk kegiatan pengabdian selanjutnya dapat dilakukan workshop semacam ini ke daerah lain. Perlu teknik baru untuk memodifikasi genset berbahan bakar solar ke elpiji karena tidak semua petani memiliki genset bensin.